Penerapan Pertanian Berkelanjutan: Bahan Organik Lokal sebagai Pupuk Cair Tanaman Sayuran Hidroponik
Main Article Content
Abstract
Praktikum ini bertujuan untuk memahami tahapan pembuatan pupuk AB Mix hidroponik berbahan organik dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah ditemukan dan bersifat ramah lingkungan. Metode yang diterapkan berupa fermentasi bahan organik menjadi dua larutan terpisah, yaitu Larutan A dan Larutan B, dengan bantuan mikroorganisme EM4. Larutan A disusun dari campuran air, tepung tulang, ampas tahu, molase, dan EM4 yang berfungsi sebagai sumber unsur hara kalsium, fosfor, serta nitrogen. Adapun Larutan B dibuat dari abu sekam, daun kelor, kulit pisang, air cucian beras, molase, dan EM4 yang berperan sebagai penyedia unsur hara makro dan mikro. Proses fermentasi berlangsung selama enam hari dengan pengamatan terhadap perubahan bau, warna, pembentukan gas, dan endapan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedua larutan mengalami perubahan fisik yang menandakan proses fermentasi berlangsung dengan baik dan nutrisi telah terbentuk secara optimal. Pupuk AB Mix organik yang dihasilkan berpotensi menjadi alternatif nutrisi hidroponik yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan aman, terutama untuk budidaya tanaman selada dalam skala kecil.