Pemanfaatan Tanaman Pangan dalam Upacara Adat Saur Matua Suku Batak Toba Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir Sumatra Utara

Penulis

  • Elisabeth Siregar Universitas Negeri Medan, Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221
  • Dina Handayani Universitas Negeri Medan, Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221

DOI:

https://doi.org/10.62112/biosilampari.v8i2.542

Kata Kunci:

Food Crops, Utilization, Batak Toba Tribe, Saur Matua

Abstrak

The research aims to document and analyze the ethnobotanical utilization of food crops within the Saur Matua traditional ceremony of the Toba Batak tribe in Nainggolan District, Samosir Regency. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured interviews with fourteen informants and field observations in Sibonor Ompu Ratus and Sinaga Uruk Pandiangan villages. The study identified 26 species of food plants belonging to 17 families, with Zingiberaceae, Solanaceae, and Amaryllidaceae being the most dominant. The findings reveal that the fruit is the most frequently utilized plant part, while the herb habitus is the most common growth form. These plants are primarily processed as cooking spices for traditional dishes like dekke arsik and saksang, as well as ceremonial snacks like lapet. Beyond nutritional value, these plants carry profound philosophical meanings; for instance, eme (rice) symbolizes prosperity and life continuity. The study concludes that while the Saur Matua ceremony remains a vital cultural pillar, there is a growing dependency on commercial markets for ritual plants due to declining local cultivation. This documentation serves as a crucial effort in preserving the traditional ecological knowledge and cultural identity of the Toba Batak community against the pressures of modernization.

Referensi

Atiah, S., Kaswinarni, F., & Dewi, L. R. (2019). Keanekaragaman Jenis Umbi-Umbian Yang Berpotensi Sebagai Bahan Pangan Di Desa Ngesrepbalong Kabupaten Kendal. Prosiding Seminar Nasional Edusaintek. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Banjarnahor, S. J., Situmorang, M., Simangunsong, B., Aritonang, H. D., & Siburian, B. (2025). Tortor Somba: Kajian Teologis Ritual Kematian Saur Matua pada Masyarakat Batak Toba di Desa Tomok Parsaoran. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 3(4), 110–133.

Camelia, A., Afriyansyah, B., & Juairiah, L. (2019). Studi Etnobotani Tanaman Pangan Suku Jerieng Di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, 4(1), 12–17. https://doi.org/10.33019/ekotonia.v4i1.1010

Hutagaol, F. O., & Prayitno, I. S. P. (2020). Perkembangan Ritual Adat Mangongkal Holi Batak Toba dalam Kekristenan di Tanah Batak. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 84–92. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.16822

Juki, D., Sisilia, L., & Mariani, Y. (2024). Pemanfaatan Tumbuhan Untuk Upacara Adat Oleh Suku Dayak Sengkunang Di Desa Peruan Dalam Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau. Jurnal Lingkungan Hutan Tropis, 3(3), 461–473.

Marpaung, E. P., & Idris, M. (2022). Studi etnobotani tumbuhan yang digunakan dalam upacara kematian Saur Matua. Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 5 (2) 418-424. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v5i2.4747

Marwa, S., Hasina, R., & Sunarwidhi, A. L. (2022). Studi Etnobotani Bahan Kosmetik Asli Masyarakat Desa Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur, Indonesia. Jurnal sosial dan sains, 2(1), 77–88. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v2i1.314

Pramesthi, A. Z., Purnamasari, F., & Setiawan, I. (2024). Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Tanaman Konsumsi di Pekarangan Desa Sumber RW 07 Surakarta Integrasi Fungsi Pangan dan Pengobatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 7865-7880. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.17364

Safitri, E., Wibowo, A., Mustofa, D. F., Prabowo, D. A., Saputro, I., Setiawan, T., & Sujono, T. I. (2026). DESA AYAH: Sebuah Rekonstruksi Sejarah Lokal. Jawa Tengah: Wawasan Ilmu.

Saragih, B. R., & Raihandhany, R. (2023). Ulasan Aspek Etnobotani dan Fitokimia pada Tumbuhan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) oleh Suku Batak Di Sumatera Utara. Pro-Life, 10(1), 665–681. https://doi.org/10.33541/pro-life.v10i1.4562

Setianingrum, I., Kusumawati, R. I., & Sriyono, W. (2019). Peningkatan kadar senyawa zingiberen dalam minyak atsiri jahe emprit melalui proses fermentasi. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 11(2) 1-6.

Nainggolan, M. (2023). Analysis of Water Hyacinth Processing for Handicrafts by the Community in Samosir Regency: Analisis Pengolahan Eceng Gondok untuk Kerajinan Tangan oleh Masyarakat di Kab. Samosir. JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua, 7(1), 18-22. https://doi.org/10.26740/jpus.v7n1.p18-22

Silalahi, M., & Anggraeni, R. (2018). Studi etnobotani tumbuhan pangan yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat lokal Sub-etnis Batak Toba, di Desa Peadungdung Sumatera Utara, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8(2), 241–250. https://doi.org/10.29244/jpsl.8.2.241-250

Simanullang, L. S., Septiani, A., & Nadilla, N. (2022). Kajian makanan tradisional khas suku Batak Toba lapet sebagai bentuk pendekatan budaya dan kearifan lokal pada pembelajaran biologi. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 10, 113–121. Universitas Negeri Semarang

Tampubolon, J. R., Sibarani, R., & Sinulingga, J. (2022). Tradisi Gotong Royong Pada Masyarakat Batak Toba Di Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba: Kajian Tradisi Lisan. Asas: Jurnal Sastra, 11(2), 141 - 149.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-17

Cara Mengutip

Siregar, E., & Handayani, D. (2025). Pemanfaatan Tanaman Pangan dalam Upacara Adat Saur Matua Suku Batak Toba Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir Sumatra Utara. Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi, 8(2), 69–80. https://doi.org/10.62112/biosilampari.v8i2.542